Jagalah Impianmu..

Februari 2, 2011 | | Leave a Comment

“Bermimpilah dan Tuhan Akan Memeluk Mimpi-Mimpimu! “Saya yakin anda pernah mendengar kata-kata tersebut. Kalimat penyemangat yang dipopulerkan Mira Lesmana dalam film Sang Pemimpi, cerita yang diangkat dari novel tetralogi Laskar Pelangi. Film yang mengisahkan impian seorang anak kampung mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Penulis novel tersebut mencoba menggambarkan betapa luar biasanya kekuatan sebuah impian.

Lalu bagaimana dengan anda? Apakah anda juga percaya akan kekuatan sebuah impian? Power of Dream, seperti tagline produsen otomotif ternama asal Jepang. Saya pribadi dengan mantap menjawab percaya 1000 persen.

Impian berbeda dengan keinginan dan punya kekuatan lebih. Ada kekuatan alam bawah sadar yang jika terus dipupuk menjadi pemicu seseorang untuk mewujudkanya. Sebagai contoh kuatnya kekuatan sebuah impian tentu anda pernah mendengar kisah Nyonya Eroh, seorang perempuan perkasa di Jawa Barat. Betapa luar biasanya ibu ini, dengan kekuatan sebuah mimpi untuk mendapatkan air, selama enam tahun sendirian menatah cadas, menaklukkan delapan bukit. Setelah bekerja keras akhirnya ia mampu wujudkan impiannya membuahkan saluran air desanya di Pasir Kadu. Kehebatan Eroh dari Kecamatan Cisayong, 17 km barat Tasikmalaya, Jawa Barat. Read more

_dsc3580“Lagi nendi ki? Piye-piye kabare…” kata-kata itu selalu menjadi ciri khas mengenali dirimu. Pembuka mengawali obrolan-demi obrolan lewat telepon seluler dan seperti biasa selalu ditutup dengan hal tak terduga mulai dari pulsa habis, sampai anakmu yang merengek minta sesuatu.

Sekarang suara itu tak bakal muncul lagi di telepon seluler bututku. Meskipun saya belum selesai mendengar cerita-cerita petualanganmu di masa liarmu, sewaktu dirimu masih remaja. Karena kini kau telah menyerah oleh maut, penyakit liver yang kau derita memaksamu takluk dan menghentikan perjalananmu menjelajahi langit. Read more

kerbau

Selepas sholat Jumat kami tak langsung meninggalkan Masjid ini. Kami mencari tempat yang agak enak untuk sekedar istirahat sejenak tiduran meski hanya setengah jam hingga sejam. Rencananya kami bakal menuju jembatan yang terletak tak jauh dari pusat kecamatan Bayah. Dari jembatan tersebut kami bisa melihat perahu nelayan yang berjajar di pinggir sungai dan bersiap melaut.

Keputusan kami untuk istirahat sejenak di emperan masjid mempertemukan kami dengan seorang tukang bersih-bersih masjid. Bapak yang usianya di angka 50 tahunan tersebut sebenarnya juga bukan orang asli daerah sini. Kisah masa lalunya yang pahit membawanya tiba di masjid ini untuk menghapus segala kesalahan di masa lalu. Read more

_dsc7927

Waktu sudah bergeser mendekati pukul 11 siang ketika angkot yang membawa kami mendekati Bayah. Total waktu tempuh dari Pelabuhan Ratu sekitar 3 jam. Sebenarnya jika kami tidak berhenti di sepanjang perjalanan waktu tempuh bisa lebih singkat lagi.

Perjalanan dengan menggunakan angkot inipun diakhiri di sini. Angkot berhenti agak jauh dari pusat kota. Menurut Kang Kus hal ini dilakukan untuk menghindari konflik dengan angkot lain yang sesuai trayek maklumlah seharusnya angkot yang kami naiki itu hanya sampai Citepus saja. Read more

_dsc7788

Angkot berwarna merah itupun melaju menyusuri jalanan di pinggiran pantai sekitar Pelabuhan Ratu. Di sepanjang jalan ada beberapa penumpang yang ingin naik. Kami mempersilahkan si sopir tetap membawa penumpang. Meskipun hanya beberapa tentunya lumayan buat tambahan baginya.

Nama sopir itu Kang Kus. Kami sempat mencatat nomor ponsel. Meskpiun ponsel itu bukan miliknya, ia tidak memiliki ponsel. Ia memanggil seorang rekannya dan kamipun mendapatkan nomornya. Nomor tersebut tentunya sangatlah berguna bagi kami. Nanti setiap saat kami berencana berkunjung ke daerah ini lagi bisa kembali menyewa angkot. Read more